RUTENG – Bertahun-tahun bekerja keras membangun rumah untuk berlindung bagi keluarganya, kini mengalami rusak berat akibat gempa bumi berkekuatan 7,7 skala richter yang mengguncang Flores pada Sabtu (15/8/2026) lalu.
Kondisi itu dialami Hendrikus Mantur, warga Desa Satar Ngkeling, Kecamatan Wae Ri’i, Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur.
“Rumah ini dibangun enam tahun lalu, tepatnya tahun 2021,” kata Hendrikus saat ditemui Journalpost.id di kediamannya, Rabu (26/8/2026).
Kini rumah Hendrikus tidak bisa lagi ditempati. Hendrikus bersama istrinya, Karolina Siswenti dan kelima anaknya tinggal di posko darurat dengan kondisi ekonomi yang mulai menipis. Tiga dari lima anak mereka masih berstatus pelajar, sementara satu lainnya masih balita.
Hendrikus menuturkan, rumah tersebut dibangun dari hasil kerja kerasnya berkebun, menjual ikan dan bantuan pemerintah.
Ia berharap pemerintah segera menyalurkan bantuan perbaikan rumah maupun kebutuhan darurat lain seperti terpal dan logistik.
“Harapan saya kepada pemerintah adalah segera menyalurkan bantuan untuk memperbaiki rumah, serta bantuan lain seperti terpal dan logistik,” katanya.
Ia memperkirakan dibutuhkan dana sekitar Rp70.000.000 untuk membangun kembali rumah seperti sebelumnya.
Reporter: Apri Jebarus


