RUTENG – Kepemimpinan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Komodo Kabupaten Manggarai memasuki babak baru. Terhitung mulai Rabu (2/9/2026), dewan pengawas resmi mengambil alih pelaksanaan tugas operasional dan kepemimpinan perusahaan.
Perubahan struktur tersebut menyusul berakhirnya masa jabatan Direktur Perumda Tirta Komodo periode 2021-2026, Marsel Sudirman pada Selasa 1 September 2026.
Serah terima jabatan berlangsung sederhana di bawah sebuah tenda darurat di halaman kantor Perumda Tirta Komodo. Suasana tersebut menjadi gambaran nyata kondisi perusahaan yang masih terdampak gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026 lalu.
Bangunan kantor mengalami kerusakan sehingga aktivitas administrasi untuk sementara dipindahkan ke area yang dinilai lebih aman.
Acara tersebut dihadiri mantan Direktur Perumda Tirta Komodo Marsel Sudirman, Ketua Dewan Pengawas Lambertus Paput, Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda Manggarai Florianus Laot selaku Sekretaris Dewan Pengawas secara ex-officio, para pejabat struktural, karyawan Perumda Tirta Komodo, serta sejumlah wartawan.
Ketua Dewan Pengawas Lambertus Paput menegaskan, pengambilalihan kepemimpinan merupakan amanat regulasi untuk memastikan tidak terjadi kekosongan pengendalian perusahaan yang dapat mengganggu pelayanan air bersih kepada masyarakat.
“Perjalanan perusahaan tidak akan berhenti walaupun telah berakhir masa tugas dari direktur yang lama. Sesuai amanat Permendagri Nomor 23 Tahun 2024, apabila terjadi kekosongan posisi direksi, maka Dewan Pengawas bertugas mengambil alih pelaksanaan tugas operasional sampai ditetapkannya pejabat definitif,” kata Lambertus.
Menurut dia, sejak masa jabatan direktur berakhir, seluruh kewenangan strategis perusahaan secara otomatis berada di tangan Dewan Pengawas. Karena itu, setiap keputusan penting yang berkaitan dengan operasional, tata kelola perusahaan, maupun kebijakan pelayanan akan diputuskan oleh Dewan Pengawas hingga pemerintah menetapkan direktur definitif.
Lambertus menjelaskan, mekanisme pengisian jabatan direktur saat ini masih menunggu arahan dari Kementerian Dalam Negeri. Kuasa Pemilik Modal (KPM) bersama Dewan Pengawas telah menyampaikan usulan kepada Kemendagri sekitar empat bulan lalu dan kini tinggal menunggu keputusan resmi.
“Ada dua kemungkinan mekanisme. Pertama, apabila Kemendagri memberikan persetujuan untuk pengangkatan kembali pejabat lama, maka hal itu dimungkinkan karena perusahaan memiliki rekam jejak yang baik, termasuk berhasil mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) selama tiga tahun berturut-turut serta kondisi kesehatan keuangan perusahaan yang dinilai baik. Kedua, apabila kementerian mengarahkan agar dilakukan seleksi terbuka, maka pemerintah daerah akan segera membentuk panitia dan membuka proses seleksi sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.
Ia memastikan, masa transisi kepemimpinan tidak boleh mengganggu pelayanan air minum kepada masyarakat. Seluruh jajaran perusahaan diminta tetap bekerja secara profesional, menjaga kekompakan, serta memastikan distribusi air bersih tetap berjalan normal di seluruh wilayah pelayanan Perumda Tirta Komodo.
Sementara itu, Marsel Sudirman menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran perusahaan yang telah bekerja bersama dirinya selama lima tahun terakhir. Menurutnya, berbagai capaian yang berhasil diraih Perumda Tirta Komodo bukan merupakan hasil kerja seorang direktur semata, melainkan buah dari kolaborasi seluruh pegawai yang tetap menjaga profesionalisme dalam melayani masyarakat.
“Saya mengakhiri masa jabatan ini dengan rasa syukur. Banyak tantangan yang kita hadapi bersama, mulai dari peningkatan kebutuhan pelayanan air bersih, perbaikan tata kelola perusahaan, hingga berbagai kondisi darurat yang harus kita lalui. Semua itu dapat kita lewati karena adanya kerja sama, loyalitas, dan dedikasi seluruh karyawan Perumda Tirta Komodo,” ujar Marsel.
Ia mengakui, selama memimpin perusahaan masih terdapat sejumlah pekerjaan rumah yang harus dilanjutkan, terutama peningkatan cakupan pelayanan, penguatan infrastruktur jaringan distribusi, serta peningkatan kualitas pelayanan kepada pelanggan. Namun ia optimistis fondasi yang telah dibangun selama lima tahun terakhir menjadi modal penting bagi pimpinan berikutnya.
Marsel juga mengajak seluruh pegawai untuk mendukung penuh kepemimpinan Dewan Pengawas selama masa transisi. Menurut dia, kesinambungan organisasi jauh lebih penting dibandingkan pergantian figur pimpinan.
“Jabatan direktur memang memiliki batas waktu, tetapi pengabdian kepada masyarakat tidak mengenal akhir masa jabatan. Karena itu saya berharap seluruh pegawai tetap menjaga semangat kerja, disiplin, dan integritas. Berikan dukungan kepada Dewan Pengawas agar proses transisi berjalan baik dan pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu sedikit pun,” katanya.
Ia menambahkan, tantangan yang dihadapi Perumda Tirta Komodo saat ini semakin besar setelah gempa bumi merusak sejumlah fasilitas dan infrastruktur pendukung. Dalam situasi tersebut, kekompakan seluruh unsur perusahaan menjadi kunci agar pelayanan air bersih tetap dapat dinikmati masyarakat.
“Saya percaya Perumda Tirta Komodo memiliki sumber daya manusia yang mampu melewati situasi ini. Jangan pernah menjadikan masa transisi sebagai alasan menurunnya kualitas pelayanan. Justru inilah saatnya kita menunjukkan bahwa perusahaan daerah ini tetap hadir melayani masyarakat dalam kondisi apa pun,” tutur Marsel.
Di akhir sambutannya, Marsel menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Manggarai selaku Kuasa Pemilik Modal, Dewan Pengawas, seluruh pegawai, serta masyarakat pelanggan yang selama ini memberikan dukungan dan kepercayaan kepada Perumda Tirta Komodo.
“Saya pamit sebagai direktur dengan penuh rasa hormat. Apabila selama menjalankan tugas terdapat kekurangan, saya menyampaikan permohonan maaf. Harapan saya sederhana, semoga Perumda Tirta Komodo terus tumbuh menjadi perusahaan daerah yang sehat, profesional, dan semakin mampu memberikan pelayanan air bersih yang berkualitas bagi seluruh masyarakat Kabupaten Manggarai,” ujar Marsel.
Dengan beralihnya kepemimpinan kepada Dewan Pengawas, Perumda Tirta Komodo kini memasuki masa transisi sambil menunggu keputusan Kementerian Dalam Negeri mengenai mekanisme pengisian jabatan direktur definitif. Di tengah proses pemulihan pascagempa yang masih berlangsung, keberlanjutan pelayanan air bersih menjadi prioritas utama yang harus tetap dijaga.


