SEMARANG – Dua mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Diponegoro (UNDIP) Semarang menyelenggarakan program edukasi sains yang inovatif dan interaktif bagi siswa kelas 5 di Sekolah Dasar Negeri Tombo 2, Kabupaten Batang, pada Senin (3/8/2026).
Program ini dirancang khusus untuk mengenalkan konsep Fisika, khususnya mengenai tekanan dan tegangan permukaan, dengan pendekatan yang jauh dari kata membosankan.
Kegiatan edukasi ini diinisiasi oleh Nabila Pramudya dari program studi S1 Fisika dan Naufal Rifat Kurniawan dari program studi D4 Informasi dan Hubungan Masyarakat.
Naufal Rifat Kurniawan mengatakan, sains seringkali dianggap sebagai mata pelajaran yang sulit sehingga keduanya merancang metode pembelajaran yang memadukan teori dengan praktik eksperimen secara langsung.
Saat itu kata Naufal, suasana kelas berlangsung sangat seru, antusias, dan interaktif ketika para siswa diajak untuk memecahkan “misteri” sains melalui empat eksperimen sederhana namun memukau.

Eksperimen tersebut kata Naufal terkait koin mengapung di air yang membuktikan bagaimana lapisan tegangan permukaan mampu menahan beban koin. Lalu kata Naufal soal merica kabur dari sabun yang memperlihatkan efek pecahnya tegangan permukaan air akibat cairan sabun.
Selanjutnya kata Naufal soal keran ajaib yang nendemonstrasikan prinsip tekanan udara dan air. Kemudian gelas non gravitasi yang mengajak siswa melihat langsung bagaimana tekanan udara dari luar dapat menahan air di dalam gelas yang dibalik agar tidak tumpah.
Naufal menambahkan, pendekatan komunikasi yang interaktif menjadi kunci keberhasilan program ini. “Kami melihat antusiasme yang luar biasa dari adik-adik kelas 5. Melalui praktik langsung, kami ingin mematahkan stigma bahwa sains itu rumit. Justru sains itu seperti trik sulap yang bisa dijelaskan dengan logika, dan sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari mereka,” jelasnya.
Sementara Nabila Pramudya selaku pemateri utama dalam kegiatan tersebut menegaskan bahwa pemahaman konsep dasar sains akan lebih mudah mengakar jika anak-anak melihat dan membuktikannya sendiri.
“Pembelajaran atau edukasi yang dibawa berfokus untuk anak-anak dapat memahami tegangan permukaan serta konsep tekanan melalui eksperimen praktik,” tegas Nabila.
Melalui program KKN ini, diharapkan para siswa SD Negeri Tombo 2 semakin termotivasi dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi terhadap ilmu pengetahuan. Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud nyata pengabdian mahasiswa UNDIP dalam meningkatkan kualitas literasi sains di lingkungan sekolah dasar.
Tentang Mahasiswa KKN UNDIP Tim II Tahun 2026: Nabila Pramudya (S1 Fisika) dan Naufal Rifat Kurniawan (D4 Informasi dan Hubungan Masyarakat) adalah mahasiswa Universitas Diponegoro yang tergabung dalam tim penerjunan KKN di wilayah Kabupaten Batang. Program kerja mereka berfokus pada peningkatan kualitas pendidikan dan literasi masyarakat di desa sasaran.


