BORONG – Camat Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, Agustinus Supratman meluapkan amarahnya kepada anggota Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) pada Jumat (21/8/2026).
Amarah Agustinus memuncak lantaran anggota BNPB membuat laporan bantuan pasca gempa bumi dengan magnitudo 7,7 skala richter tidak sesuai antara fakta riil di lapangan dengan jumlah dalam isi berita acara penyerahan.
“Pak bilang banyak sekali bantuan yang turun ke sini. Saya tersinggung Pak. Saat ini rasanya saya ditekan. Saya harus bagi disebelah desa Pak. Saya tidak setuju karena saya merasa ditekan ke saya oleh bapak. Saya rasa tertekan sekali,” kata Agustinus.
Kata Agustinus, jumlah penduduk di Lamba Leda Utara 21.171 jiwa. Semua bantuan masuk kata Agustinus harus dibagi secara adil kepada warganya.
“Pak jangan lari. Ini pak punya bantuan. Saya tidak suka. Saya ditekan sekarang. Saya bagi rata sebelas desa. Semua bantuan yang datang seharusnya bagi semua bantuan yang datang harus lewat kecamatan supaya bagi rata,” tegasnya.
“Jangan pakai jabatan di sini, harus utamakan rakyat. Saya stres sekarang dan saya tidak kuat lagi. Bapak datang hanya mau datang untuk tekankan saya, harus urus masyarakat. Kalau Pak jendral harus urus untuk sebelas desa. Saya sudah tidak tahan,” katanya.
Agustinus mengaku merekam semua laporan anggota BNPB tersebut soal penyaluran bantuan yang disebut telah banyak masuk ke posko kecamatan. Padahal, faktanya tidak sesuai dengan keadaan sebenarnya.
“Pak punya omong di sana (di kampung Waso-red) banyak, supaya orang dengar di sana. Semua pembicaraan saya rekam. Pak sudah keterlaluan, semua bantuan itu harus dibagi rata. Semua laporan ke orang-orang besar dan ke mana-mana,” kata Agus sambil menangis.
Berdasarkan data yang diperoleh Journalpost.id, terdapat 1527 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak. Rinciannya adalah Desa Golo Mangung 173 kerusakan, Desa Golo Wontong 56 kerusakan, Desa Liang deruk 74 kerusakan dan Desa Lencur 46 kerusakan.
Selain itu Desa Haju wangi 52 kerusakan, Desa Satar Punda Barat 340 kerusakan, Desa Satar kampas 75 kerusakan, Desa Satar Padut 480 kerusakan, Desa Nampar Tabang 158 kerusakan, Desa Golo Munga Barat 73 kerusakan, sedangkan Desa Satar Punda 0 kerusakan. Namun tersebut masih berkembang mengingat adanya gempa susulan.
Sementara BNPB mengklaim telah melakukan distribusi bantuan ke Lamba Leda Utara sejumlah 360 ribu bantuan hingga Sabtu, (22/8/2026).
“Saya jelaskan bahwa mekanisme pendistribusian logistik dibawah kendali BNPB itu, yang kami pertanggung jawabkan sampai dengan BPBD. (Sementara-red) untuk pendistribusian ke daerah diserahkan PIC BPBD ke setiap kecamatan,” jelas Koordinator BPBD, Deden.
Menurut Deden, bantuan yang didistribusikan dari pos Labuan Bajo sejumlah 300 tas. Bantuan tersebut berasal dari Presiden untuk seluruh wilayah terdampak.
“Kalau untuk jumlah 300 tas memang pendistribusian yang dikirim dari pos Labuan Bajo bertahap. Jumlah Banpres di bagikan ke seluruh wilayah NTT. Tentunya jumlah itu akan terus bertambah dan bertahap,” katanya.
“Jadi sama sekali tidak ada upaya lain yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Kami datang untuk memastikan logistik yang dikirim tersampaikan ke masyarakat”, jelasnya.
Namun soal mekanisme penyaluran bantuan kata Deden merupakan kewenangan BPBD Manggarai Timur. Intinya kata Deden, penyaluran bantuan tersebut disalurkan secara bertahap.
“Pakai kendaraan darat dikirim ke seluruh wilayah NTT yang terdampak. Baiknya tanyakan mekanisme ini ke BPBD Matim pak,” tukasnya.


