BORONG – Kesedihan dan rasa trauma korban gempa bumi di Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) terus membekas. Bagaimana tidak, rumah tempat berpulang untuk berkumpul bersama keluarga hancur seketika akibat gempa bumi berkekuatan 7,7 skala richter pada Sabtu (15/8/2026) lalu.
Situasi tersebut pun dialami oleh seorang warga Desa Golo Lobos, Kecamatan Lamba Leda Selatan, Kabupaten Manggarai Timur, Hubertus Baan bersama istri dan anaknya.
“Kami sekeluarga merasa sedih dan kecewa,” kata Hubertus saat ditemui Journalpost.id dikediamannya pada Kamis (20/8/2026).
Rumah Hubertus dibangun pada tahun 2017 silam. Rumah tembok itu kata Hubertus dibangun dari keringat kerja kerasnya selama bertahun-tahun.
Namun gempa bumi yang melanda tanah Nuca Lale membuatnya menjadi kenangan. Kini, rumah tersebut seperti museum. Bangunan semuanya keropos. Kamar tidur sebagai tempat untuk rebahkan badan sepulang kerja dipenuhi reruntuhan tembok.

Berkebun menahun, namun keringat Hubertus dan istrinya sirna seketika akibat gempa yang tak diundang itu. Kini, Hubertus hanya merajut kenangan dan mengumpul asa untuk membangun rumah baru supaya bisa membahagiakan istri dan tiga anaknya.
Reporter: Apri Jebarus


