SEMARANG – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Iptek bagi Desa Binaan Universitas Diponegoro (IDBU) 71 menayangkan film dokumenter berjudul “The Legendary Coffee of Java” kepada masyarakat Desa Tombo.
Kegiatan penayangan film dokumenter tersebut digelar di Balai Desa Tombo, Kabupaten Batang, Jawa Tengah pada Senin (17/8/2026) malam.
Penayangan tersebut menjadi puncak agenda branding desa yang mengangkat sejarah, budaya, potensi, serta identitas kopi Tombo sebagai salah satu komoditas unggulan Desa Tombo.
Kegiatan ini dihadiri oleh perangkat desa, mahasiswa KKN-T IDBU 71 serta masyarakat desa yang turut menyaksikan perjalanan sejarah dan potensi Desa Tombo yang dikemas dalam karya audiovisual.
Film dokumenter “The Legendary Coffee of Java” menjadi bagian dari upaya Tim KKN-T IDBU 71 dalam memperkenalkan sekaligus memperkuat identitas Desa Tombo sebagai desa penghasil kopi.
Film ini tidak hanya menampilkan kopi sebagai komoditas, tetapi juga mengangkat cerita masyarakat, sejarah, budaya, alam, serta kebiasaan yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Melalui dokumentasi tersebut, Desa Tombo dihadirkan sebagai ruang yang menyimpan berbagai cerita dan potensi yang membentuk identitasnya.
Proses pembuatan film dokumenter diawali dengan mendengar, dimana tim KKN-T IDBU 71 melakukan observasi meluas terhadap elemen masyarakat lokal, seperti peternak, tokoh masyarakat, tetua tiap dusun, perangkat desa, warga, pengusaha kopi serta petani kopi yang ikut serta membangun sejarah Desa Tombo.
Salah satu pengusaha kopi yang menjadi tonggak awal berdirinya tempat kopi adalah mas Mujo, selaku pemilik dari kafe pertama berdiri pada Desa Tombo yang bernama Tombo Coffee.
Dari percakapan sederhana tersebut terkumpul potongan-potongan cerita yang membangun sejarah serta identitas kopi Desa Tombo yang hendak kami ceritakan.
Selanjutnya, kami melakukan wawancara mendalam terhadap masyarakat lokal tentang kebiasaan, serta informasi terkait potensi dan komoditas desa.
Wawancara meliputi beberapa stakeholder seperti Pak Waris sebagai perwakilan dari petani kopi lokal, Mbah Taman sebagai perwakilan sesepuh Desa Tombo, dan Mas Zein, Mas Mujo dan Mas Sodikin selaku pengusaha kopi yang dihasilkan dari biji kopi Desa Tombo.
Melalui wawancara mendalam tersebut, tim kami melakukan dokumentasi pada setiap potongan cerita yang kami gunakan untuk memperjelas identitas Desa Tombo sebagai penghasil kopi.
Setelah proses riset dan pengumpulan data selesai, tim memasuki tahap produksi melalui pengambilan gambar dan video yang menampilkan berbagai aktivitas serta potensi desa.
Dokumentasi mencakup aktivitas masyarakat, budaya, proses pemetikan dan pengolahan kopi, hingga berbagai potensi Desa Tombo yang menjadi bagian dari identitas masyarakatnya.
Seluruh materi visual tersebut kemudian memasuki tahap pascaproduksi yang meliputi kurasi video, penyusunan alur cerita, penambahan narasi dan musik latar, colour grading, serta penyempurnaan kualitas audio dan visual hingga menjadi sebuah film dokumenter yang utuh.
Azzahra Rahma Ayu, Koordinator program kerja multidisiplin film dokumenter KKN-T IDBU 71 Undip mengatakan, antusiasme masyarakat menjadi salah satu indikator keberhasilan dalam pembuatan dan penayangan film dokumenter “The Legendary Coffee of Java”.
“Bagi kami, keberhasilan film ini tidak diukur dari ketika film dokumenter selesai dibuat atau ditayangkan. Tetapi ketika masyarakat merasa bahwa cerita yang kami hadirkan adalah bagian dari cerita mereka. Antusiasme masyarakat menunjukkan bahwa apa yang kami dokumentasikan memiliki makna dan mampu menjadi ruang bagi masyarakat luas untuk mengenal potensi, sejarah, serta identitas desa. ” ujarnya.
Program ini merupakan hasil kolaborasi antara tim KKN-T IDBU 71 Undip, perangkat desa Tombo, petani dan pengusaha kopi, serta beberapa elemen masyarakat Desa Tombo yang ikut andil dalam memberikan wawasan serta sejarah yang tertanam pada Desa Tombo.
Kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa pembangunan tidak hanya berbentuk pembangunan fisik, namun juga melalui pelestarian, penguatan identitas desa, dokumentasi, serta penggunaan media sosial untuk mengintegrasikan semua elemen di Desa Tombo, yang diperuntukan untuk dilihat oleh khalayak luas.
Melalui film dokumenter ini, Desa Tombo diharapkan mampu memperkuat identitasnya sebagai desa penghasil kopi yang memiliki keunggulan tidak hanya dari cita rasa, namun juga dari nilai budaya, dan sejarah yang menyertainya.
Serta mampu menjadi salah satu media yang memperkuat identitas desa, meningkatkan potensi wisata, serta membuka peluang untuk peningkatan ekonomi desa.


