RUTENG – Sejumlah warga Desa Satar Ngkeling, Kecamatan Wae Ri’i, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur masih menunggu bantuan pemerintah hingga Minggu (16/8/2026).
Bantuan bagi warga terdampak tersebut sangat urgen mengingat rumah mereka rusak parah akibat gempa bumi dengan kekuatan 7,7 SR mengguncang wilayah Flores pada Sabtu (15/8/2026).
Pantauan di lokasi, sejumlah rumah warga mengalami kerusakan dengan tingkat berbeda mulai dari rusak ringan, rusak sedang hingga rusak parah.
Sedikitnya tiga belas rumah warga mengalami rusak parah hingga rata dengan tanah. Puluhan rumah lainnya mengalami kerusakan sedang dan ringan.
Tidak hanya rumah warga, gedung sekolah dan gereja juga mengalami kerusakan. Selain itu juga, kantor Desa Satar Ngkeling juga mengalami kerusakan parah hingga rata dengan tanah akibat guncangan gempa.
Di tengah kondisi tersebut, warga yang terdampak, khususnya mereka yang kehilangan tempat tinggal, masih mengharapkan perhatian dan bantuan pemerintah.
Salah seorang warga Satar Ngkeling, Erik, mengatakan, pihaknya belum menerima bantuan langsung dari pemerintah.
“Untuk Desa Satar Ngkeling, per hari ini Minggu, 16 Agustus 2026, belum ada bantuan langsung dari pemerintah bagi para korban, khususnya korban yang paling membutuhkan, yang rumahnya hancur bahkan runtuh rata dengan tanah,” ujar Erik.
Kondisi ini menjadi perhatian karena warga korban gempa tidak hanya membutuhkan bantuan logistik, tetapi juga tempat tinggal sementara dan penanganan darurat bagi rumah-rumah yang mengalami kerusakan berat.
Reporter: Apri Jebarus


