JAKARTA – Polda Metro Jaya telah menangkap terduga pelaku pembunuhan seorang yang diketahui bekerja sebagai terapis berinisial SM (23) di Kayuringin, Kota Bekasi, Jawa Barat (Jabar). Terduga pelaku bernama Ahmad Riansah alias Delon.
“Terduga pelaku kami amankan pada 11 Januari 2026, berikut sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan peristiwa tersebut,” kata Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto kepada wartawan, Selasa (13/1/2026).
Budi menuturkan, kasus itu diketahui bermula ketika pihak keluarga tidak dapat menghubungi korban karena ponselnya dalam kondisi tidak aktif. Orang tua korban kemudian meminta saudara korban untuk mengecek langsung ke lokasi tempat tinggal korban.
“Setibanya di lokasi, saudara korban bersama petugas keamanan kos membuka pintu kamar menggunakan kunci cadangan. Saat itulah korban ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia,” jelasnya.
Lanjut Budi, pihak keluarga pun langsung melaporkan kasus tersebut ke pihak kepolisian. Tak menunggu lama, tim Subdit 3 Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya langsung bergerak melakukan olah tempat kejadian perkara, memeriksa saksi-saksi, serta menelusuri rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian.
Dari hasil penyelidikan dan analisis petugas, keberadaan terduga pelaku berhasil diketahui. Polisi kemudian melakukan pengejaran hingga ke wilayah Kabupaten Lebak, Banten.
Suami Siri
Delon merupakan suami siri korban. Dalam menjalankan aksinya, pelaku mengaku memiting korban hingga tewas. Pengakuan itu diungkapkan Delon saat diringkus penyidik di Kampung Sanding RT 019/RW 005, Kelurahan Sumurbandung, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak, Banten, pada Minggu (11/1) malam.
Delon ditangkap di depan orang tuanya. Dia mengaku sempat cekcok dengan korban. Dia juga mengaku hubungan dengan istri sirinya itu tidak direstui pihak keluarga.
Delon mengaku sempat menyadap WhatsApp korban lantaran cemburu karena chatting dengan pelanggannya. Dia menyebut korban marah saat tahu ponselnya disadap.
“Saya kan nyadap WA-nya, saya bilang, kamu jangan chattingan sama tamu, soalnya saya sakit hati, soalnya kamu suka lupa ngehapus chat. Memang karena komitmen dia mau kerja sampai lebaran doang, abis itu mau rujuk lagi sama saya. Cuman hubungan saya itu yah….soalnya orang tuanya inilah, jadi kita tinggal di Bandung juga ngumpet dari orang tuanya,” kata Delon.
Singkat cerita, tiba di hari kejadian pada Rabu (7/1) pukul 09.00 WIB, korban dibunuh pelaku di sebuah kamar kos di Kayuringin, Kota Bekasi. Pelaku mengaku memiting korban. “Habis itu langsung saya piting,” ujarnya.
Dia mengaku sempat menemani korban selama 30 menit setelah membunuhnya. Pelaku lalu keluar untuk membeli cairan pembersih untuk diminum mengakhiri hidupnya sendiri.
“Udah gitu saya temenin dulu, nemenin dulu setengah jam. Saya keluar, keluar itu saya minum, habis itu saya balik ke kosan karena memang saya niatnya pengen mati bareng-bareng, Pak. Makanya saya beli, cairan itu. Habis itu saya minum segelas kecil. Nggak dapet setengah jam, malah saya muntah-muntah,” tukasnya.


