RUTENG – Hari-hari mengais rejeki untuk mencukupi kehidupan keluarga. Rumah untuk berteduh telah dibangun. Namun runtuh seketika dihantam gempa bumi dengan magnitudo 7,7 skala richter yang mengguncang Flores pada Sabtu (15/8/2026).
Hal tersebut dialami oleh Adrianus Agung, warga asal Desa Satar Ngkeling, Kecamatan Wae Ri’i, Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kini rumah Adrianus yang ditempati bersama istri dan ketiga anaknya mengalami rusak berat. Rumah tersebut di bangun sembilan tahun silam persisnya tahun 2017.
Andrianus dan keluarga tak hanya kehilangan rumah namun mengalami trauma yang berat. Sebab, gempa bumi tersebut meninggal luka dan kehilangan harta benda yang dibangun hasil berkebun dan kerja proyek.
“Kami merasa sedih, trauma, dan kecewa. Kami tidak bisa menempati lagi rumah ini,” katanya kepada journalpost.id pada Sabtu (22/8/2026).
Akan tetapi Andrianus tak mau menyerah dengan keadaan. Dia bertekad untuk berjuang membangun kembali rumah baru demi istri dan anak-anaknya.
“Saya membangun rumah ini dari hasil kerja kebun dan proyek. Kini saya harus berjuang dari nol lagi untuk membangunnya demi anak-anak saya,” ujarnya.
Reporter: Aprianus Jebarus


