BORONG – Seorang siswi Sekolah Dasar Negeri (SDI) Compang Ngeles, Desa Rana Gapang, Kecamatan Elar, Kabupaten Manggarai Timur menulis surat terbuka untuk Presiden Prabowo Subianto.
Siswi bernama Myscha itu mempertanyakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang belum menyasar sekolahnya. Pada kesempatan yang sama, Myscha menyuarakan kekhawatiran kasus keracunan MBG yang marak diberitakan.
Myscha mengaku belum pernah menerima MBG sejak program tersebut dicanangkan pemerintah pusat. “Di TV dan YouTube saya lihat daerah lain sudah lama jalan. Teman-teman sudah makan, tapi di sekolah kami sampai hari ini belum ada,” tulis Myscha dalam surat terbukanya yang dikutip Journalpost.id pada Selasa (27/4/2026).
Sekolah yang terletak di wilayah Terdepan, Terluar, Tertinggal (3T) itu aksesnya cukup sulit dijangkau. Namun Myscha mengaku tidak akan makan makanan MBG tersebut. Bukan tanpa alasan, kasus keracunan yang terus menyelimuti ruang maya menjadi ketakutan terbesarnya.
“Saya jadi takut, Pak. Takut pusing dan sakit perut. Kalau suatu saat MBG masuk ke sekolah saya, saya tidak mau makan,” ujarnya.
Myscha mengusulkan agar anggaran MBG dapat dialokasikan langsung ke pihak sekolah atau orang tua siswa. Menurutnya, skema tersebut lebih aman karena pengelolaan dapat disesuaikan dengan selera dan standar keamanan pangan lokal.
Lebih lanjut, Myscha berharap pemerintah lebih memprioritaskan kesejahteraan guru dan pemenuhan sarana prasarana pendidikan di wilayah 3T.
Ia menyebut kebutuhan mendesak di sekolahnya meliputi perlengkapan sekolah seperti tas, buku, dan seragam, perbaikan ruang kelas yang rusak, serta peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik.
“Saya yakin kalau guru sejahtera dan sekolah bagus, kami pasti jadi pintar. Nggak perlu takut keracunan juga,” tulisnya.

Berikut bunyi surat tulisan Myscha;
Kepada Yth.
Bapak Presiden Prabowo Subianto
Di Jakarta
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Salam sejahtera untuk Bapak Presiden.
Nama saya Myscha. Saya murid kelas 5 di SDI Compang Ngeles, Desa Rana Gapang, Kecamatan Elar, Kabupaten Manggarai Timur. Sekolah saya jauh di pelosok, Pak. Termasuk daerah 3T.
Bapak Presiden, saya mau cerita. Di TV dan YouTube saya sering lihat berita tentang Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Bapak. Katanya program Bapak bagus sekali.
Tapi Pak, sampai hari ini MBG belum sampai di sekolah kami. Teman-teman di daerah lain sudah lama makan, tapi kami di sini belum.
Bapak, saya juga sering lihat berita anak-anak keracunan habis makan MBG. Saya jadi takut, Pak. Takut pusing dan sakit perut. Takut keracunan kayak di TV.
Kalau suatu saat MBG masuk ke sekolah saya, saya tidak mau makan, Pak. Saya takut.
Bapak Presiden, boleh tidak kalau uangnya saja yang dikasih langsung ke sekolah atau ke Mama Bapak saya? Biar kami yang atur sendiri. Soalnya kami yang paling tau kami mau makan apa. Kami juga tau rasa masakan Mama paling enak dan aman.
Selain itu Pak, menurut saya lebih baik uangnya dipakai untuk:
1. Beli tas, buku, sepatu, seragam, sama perlengkapan sekolah lainnya buat kami yang belum punya.
2. Kasih gaji yang cukup buat Ibu Bapak Guru kami. Guru saya baik-baik, Pak. Tapi kasian, mereka juga butuh hidup layak.
3. Benerin sekolah kami. Atap dari seng bekas, dinding rapuh, kursi meja banyak yang rusak, dinding dan atap kadang bocor. perpustakaan kekurangan buku, dan masih banyak lagi kekurangan lainnya, Pak.
Saya yakin kalau guru sejahtera dan sekolah bagus, kami pasti jadi pintar, Pak. Nggak perlu takut keracunan juga.
Itu saja surat dari saya, Pak Presiden. Maaf kalau ada kata-kata saya yang salah. Saya cuma anak SD yang ingin sekolah dengan aman dan nyaman.
Tolong bantu sekolah kami di pelosok ya, Pak. Kami juga anak Indonesia. Kami juga mau pintar buat bantu Bapak bangun Indonesia.
Terima kasih Bapak Presiden.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Hormat saya,
Myscha


