RUTENG – Warga Satar Ngkeling, Kecamatan Wae Ri’i, Kabupaten Manggarai, masih bertahan di tenda darurat di tengah kondisi finansial yang terbatas alias dompet menipis pasca gempa berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur, pada Sabtu (15/8/2026) lalu.
Berdasarkan pantauan media di lokasi, tidak sedikit warga yang tetap bertahan di tenda darurat pasca gempa tersebut.
Vivi, warga setempat, saat ditemui journalpost.id pada Kamis (20/8/2026), mengungkapkan bahwa pihaknya tetap bertahan di tenda pengungsian dengan ketersediaan logistik yang terbatas.
“Kami makan nasi dan sayur, kadang makan hanya dua kali sehari. Terus kami di posko ada enam belas orang,” kata Vivi.
Ia juga menjelaskan bahwa dalam pembagian makanan, warga tidak hanya mengutamakan kesamaan jumlah, tetapi juga memastikan pembagian tersebut cukup dan adil bagi semua penghuni posko.
Terkait kondisi ekonomi, Vivi mengatakan bahwa kondisi finansial warga saat ini menurun dan terbatas akibat tidak dapat melakukan aktivitas maupun bekerja seperti biasa. “Untuk financial saat ini sudah menurun dan terbatas,” tukasnya.
Reporter: Apri Jebarus


