SEMARANG – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Iptek bagi Desa Binaan Universitas Diponegoro (IDBU) 71 menggelar kegiatan bertajuk “Demonstrasi Pengolahan Susu Pasteurisasi Berbasis Komoditas Lokal Susu Kambing”.
Kegiatan yang diikuti oleh puluhan Mahasiswa dari Fakultas Agribisnis, Fakultas Peternakan dan Fakultas Pertanian serta kelompok ibu-ibu itu digelar di Desa Tombo, Kabupaten Batang, Jawa Tengah pada Senin (3/8/2026) lalu.
Koordinator IDBU 71, Nazwa Pinkan Nandini mengatakan, program tersebut bagian dari upaya menggali potensi lokal sekaligus meningkatkan nilai tambah produk peternakan, khususnya susu kambing.
“Susu kambing merupakan salah satu komoditas lokal yang memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi produk olahan bernilai ekonomis. Namun, pemanfaatannya masih cenderung terbatas pada penjualan susu segar,” kata Nazwa.
Melalui kegiatan demonstrasi ini kata Nazwa, mahasiswa KKN-T IDBU 71 Universitas Diponegoro memperkenalkan proses pengolahan susu kambing menjadi susu pasteurisasi yang lebih higienis, memiliki daya simpan lebih baik, serta berpotensi menjadi produk usaha rumah tangga.
“Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai manfaat susu kambing, pentingnya menjaga kebersihan selama proses pengolahan, serta pengenalan metode pasteurisasi,” tegasnya.
Selanjutnya kata Nazwa, peserta diajak untuk mengikuti secara langsung tahapan pengolahan susu, mulai dari proses penyaringan, pemanasan dengan suhu terkontrol, penambahan bahan pendukung hingga proses pendinginan dan pengemasan produk.
Dalam proses demonstrasi ini kata Nazwa, pihaknya turut memberikan penjelasan mengenai pentingnya penerapan sanitasi dan penggunaan peralatan yang bersih untuk menjaga kualitas serta keamanan produk.
“Peserta juga diberikan kesempatan untuk terlibat secara langsung dalam proses pengolahan sehingga dapat memahami setiap tahapan pembuatan susu pasteurisasi dengan lebih mudah,” jelasnya.
Nazwa berharap kegiatan ini dapat membuka wawasan masyarakat mengenai peluang pengembangan usaha berbasis potensi lokal. Pengolahan susu kambing menjadi produk pasteurisasi tidak hanya dapat meningkatkan nilai jual komoditas, tetapi juga berpotensi menciptakan produk unggulan yang memiliki daya saing dan nilai ekonomi lebih tinggi.
“Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Berbagai pertanyaan mengenai proses pengolahan, ketahanan produk, teknik penyimpanan, hingga peluang pemasaran disampaikan dalam sesi diskusi. Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi dokumentasi bersama sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dan kerja sama seluruh pihak yang terlibat,” katanya.
Nazwa juga berharap masyarakat dapat terus mengembangkan potensi susu kambing sebagai komoditas lokal yang inovatif, bernilai tambah dan berkelanjutan.
“Kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat diharapkan mampu mendorong terciptanya produk lokal yang tidak hanya bermanfaat bagi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi usaha produktif. Dari potensi lokal, lahir inovasi yang bernilai dan berdaya guna,” tukasnya.


