LABUAN BAJO – Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) menerima kunjungan audiensi dari Pemandu Geowisata Indonesia (PGWI) DPW Labuan Bajo pada Senin (23/2/2026) pagi di Ruang Rapat Kantor BPOLBF, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur.
Pertemuan ini menghasilkan komitmen bersama untuk memperkuat pengembangan geowisata sehingga dapat menambah dan melengkapi diversifikasi produk wisata sekaligus daya tarik wisata di Labuan Bajo daratan Flores sekitarnya.
Pada kesempatan tersebut, Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Utama BPOLBF, Andhy MT Marpaung, menyambut baik inisiatif dan semangat kolaboratif dari PGWI Labuan Bajo. Ia menegaskan bahwa pengembangan geowisata merupakan langkah strategis dalam memperluas daya tarik destinasi serta mendorong pariwisata yang berkelanjutan.
“Pengembangan geowisata menjadi bagian penting dalam memperkuat positioning Labuan Bajo dan Flores tidak hanya sebagai destinasi bahari, tetapi juga destinasi berbasis daratan yang kaya akan nilai geologi, sejarah, dan budaya. Kolaborasi ini diharapkan mampu menghadirkan narasi yang seragam dan kuat dalam promosi geosite,” ungkap Andhy.
Pengembangan geowisata di Labuan Bajo dinilai tidak hanya berpotensi sebagai wujud pariwisata minat khusus, namun juga menjadi bagian dari upaya diversifikasi produk wisata selain wisata bahari yang selama ini menjadi ikon pariwisata Labuan Bajo.
BPOLBF mendorong kolaborasi dengan pihak-pihak terkait untuk meningkatkan kapasitas internal pemandu geowisata, melalui pendidikan dan pelatihan serta peningkatan kompetensi pemandu melalui sertifikasi resmi.
Lebih lanjut, Andhy menyampaikan bahwa sinergi antara BPOLBF dan PGWI dapat dikolaborasikan melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia, termasuk dukungan pelatihan dan sertifikasi pemandu geowisata, sehingga kualitas layanan dan interpretasi penguatan narasi destinasi semakin profesional dan berstandar.
Sementara itu, Sekretaris PGWI DPW Labuan Bajo, Fiktorianus Afri dalam audiensi tersebut menyampaikan, PGWI DPW Labuan Bajo bukan hanya sekadar organisasi yang secara kelembagaan menjadi instrumen bagi para pemandu geowisata agar mampu menjelaskan sejarah bumi dan keunikan alam secara bertanggung jawab, akan tetapi pada aspek lainnya menjadi mitra pemerintah dalam mempromosikan dan mengembangkan kawasan geopark atau geosite di Labuan Bajo, Flores.
Ia menjelaskan dalam kerja organisasi, PGWI Labuan Bajo pada awal tahun 2026 telah melakukan berbagai kegiatan seperti inspeksi lokasi geowisata di Taman Indah Mangrove Teluk Terang (TIMT), Kecamatan Boleng dan geocamp di Desa Warloka Pesisir. PGWI mendorong promosi wisata berbasis edukasi yang menonjolkan keunikan bentang alam serta pelestarian lingkungan.
“Kami menemukan potensi luar biasa dari dua lokasi yang telah kami kunjungi ini, dan kami mendorong agar setiap pengunjung mendapatkan pengalaman wisata yang edukatif dan berkesan, sekaligus menjaga kelestarian kawasan geowisata,” katanya.
Lebih lanjut, dalam audiensi tersebut juga dibicarakan terkait kolaborasi pengembangan geowisata hingga peningkatan kapasitas internal pemandu geowisata di Labuan Bajo.


