BORONG – Bantuan dari pihak swasta untuk korban gempa bumi di pulau Flores dengan magnitudo 7,7 skala richter terus mengalir. Kali ini datang dari Tim Peduli kasih yang menyasar Kampung Wae Lawas dan Kampung Golo waso, Desa Golo Mangung, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Tim peduli kasih tersebut adalah kumpulan konten kreator asal NTT yakni Daeng Tyrro, Hengki, Nuel, Mafia Muka Enak dan Agen Sia. Kedatangan mereka disambut hangat warga setempat.
Tim Kasih Peduli menyalurkan bantuan berupa beras, minyak goreng, mie, telur dan pempers anak-anak. Bantuan tersebut juga telah menyasar wilayah terdampak lain dan dibagi sesuai porsi masing-masing.
Hal tersebut dikatakan Hengky selaku Ketua Tim Kasih Peduli di lokasi pada Minggu (23/8/2026). “Fokus bantuannya sembako,” kata Hengky.
Bantuan untuk Kampung Wae Lawas kata Hengky menyasar 30 Kepala Keluarga, sementara Kampung Golo Waso menyasar 21 Kepala Keluarga. Hengky tegaskan, pihaknya tidak akan bekerjasama dengan pemerintah menyalurkan bantuan tersebut. Namun dia enggan jelaskan alasan secara rinci.
“Beras 110 dengan isi 5 kg per karung, minyak goreng 110 liter, mie sedap soto dan mi goreng 9 dos, pempers 30 lusin dan telur 110 papan,” jelasnya.
Menurut Hengky, pihaknya terjun langsung bagi sembako karena meragukan integritas pemerintah yang membagi sembako tidak memakai hati nurasi.
“Saya bergerak hati buat seperti ini karena saya lihat postingan di media sosial dan saya buktikan secara langsung bagi sembako itu cuman satu gelas beras dan satu butir telur,” ucapnya dengan nada kesal.
Dalam pembagian sembako tersebut, Hengky tak bisa menahan rasa sedihnya melihat kondisi warga dua kampung tersebut. Terlihat matanya berkaca-kaca.
“Walaupun mereka dalam keadaan susah, tetapi mereka tetap menyambut dengan baik saat kita berkunjung di lokasi,” jelasnya.
Hengky pun kritik kondisi infrastruktur jalan raya di Manggarai Timur yang sulit dilewati. Pasalnya, tak sedikit jalan raya yang rusak berat sehingga menyulitkan timnya untuk menyalurkan bantuan ke wilayah pelosok.
“Kendala terbesar penyaluran logistik di Manggarai Timur itu jalan jelek. Sepertinya Pemda Manggarai Timur tidak pernah perhatikan kondisi jalan yang begitu parah,” tegasnya.


