RUTENG – Kongregasi Serikat Maria Montfortan (SMM) menyelenggarakan Camping Montfort Youth 2026 di Paroki Santu Antonius Padua Mbeling. Kegiatan yang melibatkan Orang Muda Katolik (OMK) itu berlangsung pada 1 hingga 3 Juli 2026 lalu.
Acara camping tersebut diikuti oleh 184 peserta. Kontingen tersebut berasal dari Paroki Santu Montfort Poco 90 peserta, Paroki Santu Antonius Padua Mbeling sebanyak 59 peserta. Sementara Novisiat Ruteng dan Novisiat Labuan Bajo masing-masing mengutus kurang dari 20 peserta.
Ketua Panitia Camping Montfort Youth Pater Arif, SMM mengatakan, kegiatan tersebut merupakan rutinitas dua tahunan yang diselenggarakan secara khusus di wilayah Kongregasi Serikat Maria Montfortan (SMM) Flores.
Kegiatan ini juga menjadi salah satu agenda Wilayah SMM untuk memperkenalkan spiritualitas Santo Montfort kepada orang muda.
Lanjut Pater Arif, tujuan utama kegiatan ini adalah memperkenalkan spiritualitas Santo Montfort yang berlandaskan semboyan “Deo Soli Ave Maria, segalanya atau tidak Sama Sekali.”
Menurutnya, semboyan tersebut mengajak orang muda untuk mengarahkan seluruh hidup kepada Allah serta berjalan dalam bimbingan Bunda Maria, sebagaimana teladan Santo Montfort yang memiliki devosi mendalam kepada Allah Tritunggal Mahakudus melalui perantaraan Maria.
Ia juga menegaskan bahwa dalam Injil, Yesus sendiri mengajarkan para murid untuk menerima Bunda Maria sebagai ibu mereka ketika berada di kayu salib melalui sabda-Nya, “Inilah ibumu.”
“Melalui kegiatan ini, kaum muda diajak untuk semakin mengenal dan menghayati peran Bunda Maria sebagai pribadi yang sangat dekat dengan Tuhan Yesus,” katanya.
Dia berharap kaum muda semakin menghayati iman, lebih rajin dan aktif dalam berbagai kegiatan Gereja serta memiliki kebijaksanaan yang benar dalam menjalankan kehidupan.
Sebab kata Pater Arif, perkembangan dunia saat ini menghadirkan banyak godaan yang dapat melemahkan semangat dan bahkan membuat kaum muda kehilangan pegangan iman. Karena itu, seluruh peserta wajib memiliki semangat yang teguh dalam kehidupan sehari hari.
Kontributor: Aprianus Jebarus


