SEMARANG – Semangat mewujudkan lingkungan berkelanjutan dan konsumsi yang bertanggung jawab diwujudkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) IPTEK Desa Binaan Universitas Diponegoro (IDBU) 54 melalui berbagai inovasi di Dukuh Tanjung Anom, Desa Tanjung Kulon, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan.
Selama 45 hari pengabdian, mahasiswa mengembangkan sejumlah program yang mengarah pada Sustainable Development Goals (SDGs) 11 tentang Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan serta SDGs 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab.
Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah pemanfaatan sampah plastik menjadi kursi berbahan ecobrick. Sampah plastik yang dikumpulkan dan dipadatkan ke dalam botol kemudian dimanfaatkan sebagai material untuk menghasilkan produk yang dapat digunakan masyarakat.
Selain pengolahan sampah, mahasiswa mengembangkan potensi lokal melalui pengolahan bunga telang menjadi teh. Produk tersebut melalui proses pengolahan dan uji hedonik untuk mengetahui tingkat penerimaan masyarakat, sehingga diharapkan dapat dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi.
Upaya digitalisasi juga dilakukan melalui pembuatan website Bank Sampah Bunga Tanjung Lestari. Website tersebut dikembangkan untuk membantu digitalisasi informasi bank sampah sekaligus mendukung pencatatan kegiatan penimbangan sampah agar pengelolaannya lebih terstruktur.
Mahasiswa juga mengembangkan budidaya ikan nilem melalui kolam yang telah dibuat di lingkungan bank sampah. Kolam tersebut dilengkapi sistem filtrasi air untuk membantu menjaga kualitas air dan mendukung keberlanjutan budidaya.
Tak hanya program lingkungan, mahasiswa turut menjalankan sejumlah kegiatan sosial, seperti edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) kepada siswa SD, pemasangan fasilitas P3K di Bank Sampah Bunga Tanjung Lestari, serta sosialisasi phishing dan keamanan digital kepada warga RT 2.
Ketua Dosen KKN-T IDBU 54, Brian Pradana mengatakan, program yang dijalankan mahasiswa berangkat dari permasalahan nyata yang ditemukan di masyarakat.
“Kita berangkat dari permasalahan yang hadir secara nyata dan memang dibutuhkan. Dari situ kita memberikan suatu inovasi yang berdampak langsung kepada masyarakat,” ujar Brian.
Brian menambahkan, berbagai program mahasiswa seperti budidaya ikan nilem, pengolahan ecobrick, dan teh bunga telang juga sejalan dengan upaya UNDIP untuk memberikan dampak nyata kepada masyarakat melalui kapasitas dan bidang keilmuan yang dimiliki.
“Kita ingin berdampak kepada masyarakat sesuai dengan kapasitas kami, sesuai dengan bidang kami. Ke depannya kami ingin maju bersama masyarakat di Kajen Kulon,” lanjutnya.
Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan KKN-T IDBU 54, Nofa Martina Ariani berharap berbagai program yang telah dikembangkan dapat terus dilanjutkan oleh masyarakat, khususnya melalui Bank Sampah Bunga Tanjung Lestari.
“Prioritas utama tentunya untuk masyarakat Desa Tanjung Kulon. Kita menggali potensi lalu kita kembangkan program. Harapannya masyarakat di sini bisa berdaya melalui bank sampah dengan beberapa pengolahan, tidak hanya sampah organik dan sampah anorganik, tapi kita juga mengembangkan teh telang, pembuatan sabun, dan pengolahan ikan,” ungkap Nofa.
Program KKN-T tersebut mendapat sambutan positif dari Kustiati, Ketua Bank Sampah Bunga Tanjung Lestari sekaligus perwakilan RT 1. Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada mahasiswa KKN-T IDBU 54 atas berbagai program dan karya yang telah diberikan selama 45 hari di Tanjung Anom.
Apresiasi serupa disampaikan warga RT 1, Sri Puji Hastati. Ia berharap mahasiswa terus mengembangkan kompetensinya dan mampu menjadi motor penggerak serta pelopor ketika nantinya terjun langsung ke masyarakat.
“Untuk adik-adik, tetap kembangkan kompetensinya. Semoga setelah lulus dan terjun ke masyarakat yang sebenarnya, bisa siap sebagai motor penggerak, sebagai pelopor untuk masyarakat,” tuturnya.
Melalui pengolahan sampah, pengembangan produk lokal, digitalisasi bank sampah, hingga budidaya ikan nilem, KKN-T IDBU 54 UNDIP berupaya menghadirkan solusi yang tidak hanya selesai saat masa pengabdian berakhir, tetapi dapat terus dikembangkan oleh masyarakat.
Program ini menjadi salah satu bentuk penerapan SDGs 11 dan SDGs 12 di tingkat masyarakat, dengan menggabungkan aspek keberlanjutan lingkungan, pemanfaatan sumber daya, inovasi, dan pemberdayaan ekonomi lokal.
Tim KKN-T IDBU 54 Dukuh Tanjung Anom terdiri dari Aqila Niam Faza, Aeriko Adiwijaya, Septiana, Ananda Aisyah, Fakhri Muhammad, Atha Chaesa, Hanum Salsabila, Farrel Danendra, Ardine Harsya, dan Meisya.


