BORONG – Jalan raya Benteng Jawa, Kecamatan Lamba Leda menuju Dampek, Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur rusak parah. Padahal, jalur tersebut merupakan salah satu akses utama bagi masyarakat setempat.
Pantauan di lokasi, jalan rusak tersebut mulai dari Benteng Jawa hingga kampung tanah Bakok, Desa Golo Mancung. Secara kasat mata, jalan tersebut tidak layak lagi untuk digunakan sebagai jalur penghubung.
Pasalnya, jalannya bak kali yang dipenuhi kerikil dan batu yang tidak teratur layaknya jalan raya. Namun, para pengguna jalan raya tetap melewati jalur maut tersebut.
Meski begitu, angkutan jalan baik roda dua maupun roda empat tetap semangat mengais rejeki melewati jalur yang disebut “neraka” itu. Sebab tak ada jalur alternatif selain melewati jalan terjal itu.
Bencana Alam
Bencana alam awal tahun 2026 membuat beberapa titik jalur tersebut tidak bisa dilewati kendaraan roda empat. Salah satunya di kampung Waso, Desa Golo Rentung, Kecamatan Lamba Leda.
Tanah di lokasi tersebut amblas. Kini, jalur itu hanya bisa dilewati kendaraan roda dua. Itu, para pengendara ekstra hati-hati melewati jalur tersebut.
Berdasarkan informasi warga setempat, beberapa pengendara motor mengalami kecelakaan hingga dibawa ke rumah sakit. Cedera akibat jatuh di lokasi yang terlihat tak layak disebut jalan raya itu. Beberapa titik lain, terlihat longsor dan hingga kini belum diperbaiki.
Sejumlah sopir baik mini bus travel, truk dan pick serta masyarakat setempat meminta pemerintah prioritaskan pembangunan jalan raya tersebut. Sebab bagi mereka, jalan raya adalah nadi utama.
Masyarakat setempat berharap pemerintah tidak apatis melihat kondisi jalan raya tersebut. Sebab, jalan raya adalah sebuah kebutuhan utama.
Albertus, sopir dari Lamba Leda Utara yang hari-harinya melewati jalur tersebut meminta kepada pemerintah supaya tidak menutup mata melihat kondisi jalan yang tidak layak digunakan itu.
Sementara Eduardus, sopir mini bus travel juga hari-harinya melewati jalur itu berharap pembangunan jalan itu masuk dalam agenda prioritas pemerintah. Pasalnya, jalan raya yang baik adalah sumber rejeki bagi mereka. Dan, bisa mengurangi kerusakan kendaraan.
“Semoga pemerintah dengar keluhan kami ini. Keluhan kami adalah keluhan semua orang, semua masyarakat. Kapan kami merdeka dari jalan Neraka ini?, kalau pemerintah tidak percaya, silahkan lihat langsung kondisi di lapangan,” kata Albertus dan Eduardus kepada Media ini.


